Saturday, June 28, 2008

HORTON HEARS A WHO

Film animasi tentang seekor gajah yang mendengar suara2 dari penghuni Whoville…. Gajah bernama Horton… (Horton Hears a Who). Itu film yang gw tonton di Blitz pas hari Rabu kemarin. Film ini menarik dalam artian memberikan nilai2 dalam film…. (yah… bagi gw… film yg bagus n menarik itu pastinya film yang memberikan nilai2 dalam hidup kita…).

Di film ini… Horton menjadi satu-satunya penghuni Hutan yang bisa mendengar suara dari walikota Whoville. Dan untuk hal ini, Horton jadi ‘dikucilkan’ – setidaknya oleh salah seorang Ibu di hutan tersebut karena dianggap menghasut para penghuni lainnya mengenai adanya kehidupan lain selain kehidupan di hutan itu.

Satu yang gw suka dari ucapan Horton adalah… Sekecil apapun … kehidupan tetaplah kehidupan… (lanjutan yg berikut merupakan kata2 gw sendiri) jadi… kita haruslah menghormati kehidupan itu… entah kita bisa lihat ataupun tidak. Ini yang diajarkan pula oleh agama gw. Dan gw sangat setuju. Sebenernya hal ini pasti juga diajarkan oleh agama mana pun juga. Jadi tinggal para penganutnya gimana. Gitu. Saling menghormati dan menghargai satu sama lain… tentunya akan membawa kita ke kehidupan yang lebih baik. Gw sendiri prinsipnya… kalo ga mo diganggu… ya jangan ganggu. Horton sangat menghargai kehidupan di Whoville dan akhirnya ia bisa bersahabat dengan para warga Whoville tersebut. Sungguh nilai kehidupan yang sangat baik untuk kita apalagi kehidupan di Indo yang memang banyak sekali perbedaannya… ragam… baik agama, ras, suku.

Selain hal itu.. ada lagi yang diajarkan oleh film ini. tindakan mengucilkan Horton yang dilakukan oleh seluruh warga… itu merupakan tindakan yang umum dilakukan oleh orang2 di sekeliling kita saat mengetahui ada yang ‘aneh’, walaupun sebenarnya orang yg ‘aneh’ itulah yang benar. Kecenderungan itu pun sebenarnya tidak dapat disalahkan. Karena memang orang itu kan makhluk social… jadi apa yg dilakukan oleh kebanyakan orang dianggap sebagai sesuatu yang normal dan benar. Dan karena itu pula kebanyakan orang jadi ikutan melakukan hal itu.

Contohnya nih… siapa sih yang ga tau proses ‘pajak’ yang merumitkan itu? Dan juga budaya yang terjadi di dalam badan Negara yang satu ini. pasti dah jadi common knowledge lah ya… nah.. ada cerita dari temen gw. Bahwa temennya itu masuk ke dalam instansi tersebut. Dia ini sebut aja X, tidak mo ikut2an budaya yang memang sudah umum tersebut. Yang ada… dia jadi dikucilkan dan dijauhi dan dianggap ‘berpenyakitan’ yang sangat menular banget sehingga harus dijauhi sejauh-jauhnya. Kalo bisa dibuang. Itulah yang terjadi… sampai akhirnya kalau X ini mengikuti arus… dia akan tetap dibuang.

Itu pula yang terjadi pada Horton… ia yang benar… tapi malah ia yang dikucilkan dan dianggap sebagai momok oleh seluruh penghuni hutan. Tapi Horton tetap pada pendiriannya… ia tetap berpegang pada keyakinannya. Itulah yang gw suka. He’s stay for what he believe…. (I should be like this… sometimes… I go with the flow…).

2 komentar:

  1. He he, film ini bagus bangeet. I like it a lot ^_^

    ReplyDelete
  2. Horton bener2 dibuat mirip kayak Jim Carrey. Kocak n konyol ^o^

    ReplyDelete

These are.... the blogs...