Thursday, December 24, 2009

Flood

Film keluaran negeri Inggris menceritakan mengenai bencana alam banjir besar di Inggris. Bagaimana mereka menghadapi bencana ini yang hanya dalam hitungan jam saja. Bencana ini benar-benar dikarenakan bencana alam murni dan bagaimana sebuah negara mendeteksi semuanya dan memberikan solusi secepat-cepatnya. Dikisahkan pula mengenai hubungan-hubungan antar manusia yang selalu dihiasi oleh emosi tak terkendali namun karena bencana dapat merubah emosi-emosi menjadi luapan-luapan cinta antar sesama.

Yang saya bayangkan adalah bagaimana bla bencana ini terjadi di Indonesia. Bagaimana reaksi pemerintah kita mengenai ini semua? Bagaimana penyelesaian yang diajukan oleh pemerintah kita ini? Apa solusinya?

Apakah mampu menyediakan evakuasi dalam waktu sesingkat itu? Hitungannya hanya jam loh. Ataukah terjadi seperti yang ada di 2012 – yang kaya dapat selamat. Yang miskin biarkan celaka....

Bagaimana dengan masing-masing orang di kita saat mengalami ini semua? Apakah akan saling menolong? Ataukah saling menjatuhkan?

Seperti sekarang ini. Untuk kasus korupsi saja sudah saling menjatuhkan dan menyiapkan berbagai skenario yang akan mampu menyelamatkan dirinya masing-masing. Egoistis masih sangat terlihat. Apakah hal ini akan terjadi???

Mengorbankan diri untuk sesama. Itu yang menjadi dasar dalam setiap cinta. Dan cinta ini diajarkan oleh semua agama. Apakah orang-orangnya melakukan apa yang telah dimaklumatkan dalam setiap kitab suci masing-masing ataukah egoisme masing-masing akan tetap mengalahkan cinta ini?

Bencana digambarkan untuk mengetahui bagaimana sikap kita sebenarnya. Bencana mengeluarkan sifat asli kita sebagai manusia pribadi dan manusia sosial. Bagaimana menyikapi bencana menunjukkan sifat asli manusia itu.

Saya hanya dapat berharap bahwa saya akan menjadi orang yang mampu bersikap sesuai agama yang saya percaya. Baik dalam bencana maupun dalam sikap sehari-hari. Saya tahu saya bukanlah orang yang sempurna. Tapi mempelajari dan memperbaiki diri saya lakukan guna mendapatkan yang lebih baik.

0 komentar:

Post a Comment

These are.... the blogs...