
Sabar…
Diam
Tak berarti tak berani
Diam
Tak berarti malas
Aku diam karena kutahu
Tak guna kujawab
Karena kau kan marah
Aku diam karena kutahu
Amarah dibalas amarah
Membawa neraka
Saat ada sebuah masalah. Saya cenderung untuk berdiam diri. Apakah karena aku memang takut? Pengecut? Seperti yang sering dikatakan oleh sebagian besar teman-temanku? Apakah salah jika aku diam????
Yah… terserah kata orang apa… tapi aku diam bukan karena aku takut. Aku diam Karena aku tidak ingin menciptakan neraka
Aku bersabar. Menghadapi masalah aku mencoba bersabar dan proactive. Kesabaran itu sekarang ini mahal harganya. Sering orang pada akhirnya menyesali karena ketidaksabarannya telah membuat orang lain terluka.
Contoh yang pernah aku alami. Aku tidak sabar untuk menuruni tangga di salah satu toko buku terbesar di Indonesia (bahkan sekarang sudah 3 tingkat). Ketidaksabaranku sebagai anak kecil yang lincah telah membuat tanda di kepalaku. Tanda yang tidak hilang.
Ketidaksabaran hanya membawa petaka. Petaka yang membuat kita sesal di kemudian hari. Sesal yang tidak pernah dapat kita hilangkan begitu saja dengan mudahnya. Saya tidak ingin lagi merasakan sesal di dada. Sesal ini muncul karena kita telah menyakiti orang-orang di sekitar kita sebelumnya hanya karena kita tidak bersabar.
Bayangkan kejadian berikut ini:
Kamu sedang mengendarai mobil termahal kamu. BMW keluaran terbaru. Di Sudirman pada hari kerja. Jam 5 sore. Kamu ada janji dengan seorang klien. Klien besar. Nilai project ini kalo deal mencapai 5 M. Nah… kamu sudah tinggal dikit lagi sampai di tempat yang disepakati. Tiba-tiba dari belakang, ada mobil yang menabrak kamu. Kamu lihat dari spion, mobil itu sepertinya sengaja menabrak kamu. Kamu keluar dari mobil dan memaki-maki di tengah jalan si pengemudi tersebut. Si pengemudi hanya bisa minta maaf ke kamu berulang-ulang namun kamu terus saja memakinya di hadapan sebegitu banyak orang. Kebetulan saat itu ga da polisi yang melerai. Kamu bahkan makin parah memakinya. Kamu sudah mulai menyebutkan semua penghuni kebun binatang yang kamu ketahui. Apa yang terjadi???
Ternyata di belakang sana… si klien yang mo kamu ketemui melihat kejadian ini dan merekam semua kejadian ini dalam benaknya. Kamu tidak menyadarinya. Kamu terus memaki si pengemudi brengsek itu dan tidak mendengarkan penjelasan sedikitpun dari si pengemudi itu. Setelah 1 jam kamu memaki-maki, kamu pun lelah dan capek. Dan kamu teringat janji kamu. Akhirnya kamu meminta nomor telepon si pengemudi dan meninggalkan tempat kejadian menuju tempat yang telah disepakati antara kamu dan si klien.
Klien telah menunggu di sana ternyata. Begitu kamu datang, si klien langsung berkata bahwa dia tidak dapat melanjutkan bisnis dengan kamu. Karena kamu itu tidak dapat menahan amarah kamu, bahkan ke orang asingpun kamu berani langsung marah-marah tanpa mencari tahu dulu penyebab kejadian. Kamu kebingungan dan bertanya… ‘maksud bapak?’
‘saya melihat semua kejadian di jalan tadi. Kamu berteriak sejadi-jadinya karena si pengemudi telah menabrak mobil kamu. Di tengah jalan. Di depan sebegitu banyak orang. Kamu bahkan menyebut semua isi binatang. Saya sangat tidak suka. Kebetulan, saya melihat kejadiannya. Si pengemudi tidaklah salah. Dia membanting setir ke arah mobil kamu dikarenakan di depannya ada serombongan anak-anak yang sedang menyeberang jalan. Kamu tidak melihat ini karena anak-anak tadi langsung lari meninggalkan tempat kejadian. Apa yg dilakukan oleh si pengemudi adalah hal yang wajar. Menyelamatkan 5 orang anak dengan mengorbankan mobilnya. Kebetulan saja di depannya itu adalah mobil kamu, yg sebenarnya juga kamu salah. Karena kamu berhenti di tempat yang tidak seharusnya. Seharusnya tempat itu memang kosong. Tidak ada mobil sama sekali. ‘
‘kamu tidak memberikan kesempatan kepada si pengemudi untuk menjelaskan kejadian sebenarnya, tapi kamu langsung memakinya dengan segala macam umpatan yang kamu ketahui. Saya tidak dapat bekerja dengan orang seperti Anda. Anda itu pemarah. Bagaimana bila di kantor, saat mengerjakan project ini terjadi suatu masalah kecil. Anda akan melampiaskannya ke semua anggota project? Artinya saya harus siap2 untuk menunda project saya karena semua anggota project Anda resign tidak tahan dengan kelakuan Anda yang semena-mena????’
Kamu hanya bisa terdiam dan mendengarkan.
Inti dari cerita itu adalah… kesabaran. Kesabaran tidak kamu miliki sehingga efeknya panjang. Mungkin bagi kamu agak mustahil cerita itu terjadi. Tp percayalah… apapun yang kamu perbuat akan berbuah (karma). Dan biasanya karma buruk lebih cepat berbuah daripada karma baik. Jangan sampai kamu mendapatkan sesal tak berkesudahan karena ketidaksabaran kamu.
Menahan gejolak amarah juga sangat baik. Bayangkan air mendidih. Apabila dipanaskan terus, maka didihan air akan semakin meluap dan membasahi semua. Akan tetapi… akan berbeda jika kamu mematikan apinya sebentar… didihan akan mereda. Demikian juga amarah. Jika kamu lawan dengan amarah… gejolak dapat dipastikan tidak hilang bahkan bertambah parah. Tapi bila kamu bersabar… menenangkan diri… gejolak akan dapat teredam dan mungkin memberikan kebahagiaan utama buat kamu.
Tidak mudah…. Yah… memang tidak mudah. Jika mudah, semua orang sudah hidup damai. Tapi tidak mustahil. Itu yang harus dipegang. Tidak mustahil. Tidak mudah, tp dapat dicapai. Jika kita bersedia mengerjakannya dengan baik-baik.
Jadi kawan-kawan semua. Marilah kita bersama-sama melatih kesabaran kita. Untuk siapa???? Untuk kita sendiri. Yakinkan diri bahwa kesabaran itu berguna… maka kesabaran akan menjadi teman kita.
panjang ya
ReplyDelete