Thursday, December 24, 2009

Sabar


Sabar…

Diam

Tak berarti tak berani

Diam

Tak berarti malas

Aku diam karena kutahu

Tak guna kujawab

Karena kau kan marah

Aku diam karena kutahu

Amarah dibalas amarah

Membawa neraka

Saat ada sebuah masalah. Saya cenderung untuk berdiam diri. Apakah karena aku memang takut? Pengecut? Seperti yang sering dikatakan oleh sebagian besar teman-temanku? Apakah salah jika aku diam????

Yah… terserah kata orang apa… tapi aku diam bukan karena aku takut. Aku diam Karena aku tidak ingin menciptakan neraka

Aku bersabar. Menghadapi masalah aku mencoba bersabar dan proactive. Kesabaran itu sekarang ini mahal harganya. Sering orang pada akhirnya menyesali karena ketidaksabarannya telah membuat orang lain terluka.

Contoh yang pernah aku alami. Aku tidak sabar untuk menuruni tangga di salah satu toko buku terbesar di Indonesia (bahkan sekarang sudah 3 tingkat). Ketidaksabaranku sebagai anak kecil yang lincah telah membuat tanda di kepalaku. Tanda yang tidak hilang.

Ketidaksabaran hanya membawa petaka. Petaka yang membuat kita sesal di kemudian hari. Sesal yang tidak pernah dapat kita hilangkan begitu saja dengan mudahnya. Saya tidak ingin lagi merasakan sesal di dada. Sesal ini muncul karena kita telah menyakiti orang-orang di sekitar kita sebelumnya hanya karena kita tidak bersabar.

Bayangkan kejadian berikut ini:

Kamu sedang mengendarai mobil termahal kamu. BMW keluaran terbaru. Di Sudirman pada hari kerja. Jam 5 sore. Kamu ada janji dengan seorang klien. Klien besar. Nilai project ini kalo deal mencapai 5 M. Nah… kamu sudah tinggal dikit lagi sampai di tempat yang disepakati. Tiba-tiba dari belakang, ada mobil yang menabrak kamu. Kamu lihat dari spion, mobil itu sepertinya sengaja menabrak kamu. Kamu keluar dari mobil dan memaki-maki di tengah jalan si pengemudi tersebut. Si pengemudi hanya bisa minta maaf ke kamu berulang-ulang namun kamu terus saja memakinya di hadapan sebegitu banyak orang. Kebetulan saat itu ga da polisi yang melerai. Kamu bahkan makin parah memakinya. Kamu sudah mulai menyebutkan semua penghuni kebun binatang yang kamu ketahui. Apa yang terjadi???

Ternyata di belakang sana… si klien yang mo kamu ketemui melihat kejadian ini dan merekam semua kejadian ini dalam benaknya. Kamu tidak menyadarinya. Kamu terus memaki si pengemudi brengsek itu dan tidak mendengarkan penjelasan sedikitpun dari si pengemudi itu. Setelah 1 jam kamu memaki-maki, kamu pun lelah dan capek. Dan kamu teringat janji kamu. Akhirnya kamu meminta nomor telepon si pengemudi dan meninggalkan tempat kejadian menuju tempat yang telah disepakati antara kamu dan si klien.

Klien telah menunggu di sana ternyata. Begitu kamu datang, si klien langsung berkata bahwa dia tidak dapat melanjutkan bisnis dengan kamu. Karena kamu itu tidak dapat menahan amarah kamu, bahkan ke orang asingpun kamu berani langsung marah-marah tanpa mencari tahu dulu penyebab kejadian. Kamu kebingungan dan bertanya… ‘maksud bapak?’

‘saya melihat semua kejadian di jalan tadi. Kamu berteriak sejadi-jadinya karena si pengemudi telah menabrak mobil kamu. Di tengah jalan. Di depan sebegitu banyak orang. Kamu bahkan menyebut semua isi binatang. Saya sangat tidak suka. Kebetulan, saya melihat kejadiannya. Si pengemudi tidaklah salah. Dia membanting setir ke arah mobil kamu dikarenakan di depannya ada serombongan anak-anak yang sedang menyeberang jalan. Kamu tidak melihat ini karena anak-anak tadi langsung lari meninggalkan tempat kejadian. Apa yg dilakukan oleh si pengemudi adalah hal yang wajar. Menyelamatkan 5 orang anak dengan mengorbankan mobilnya. Kebetulan saja di depannya itu adalah mobil kamu, yg sebenarnya juga kamu salah. Karena kamu berhenti di tempat yang tidak seharusnya. Seharusnya tempat itu memang kosong. Tidak ada mobil sama sekali. ‘

‘kamu tidak memberikan kesempatan kepada si pengemudi untuk menjelaskan kejadian sebenarnya, tapi kamu langsung memakinya dengan segala macam umpatan yang kamu ketahui. Saya tidak dapat bekerja dengan orang seperti Anda. Anda itu pemarah. Bagaimana bila di kantor, saat mengerjakan project ini terjadi suatu masalah kecil. Anda akan melampiaskannya ke semua anggota project? Artinya saya harus siap2 untuk menunda project saya karena semua anggota project Anda resign tidak tahan dengan kelakuan Anda yang semena-mena????’

Kamu hanya bisa terdiam dan mendengarkan.

Inti dari cerita itu adalah… kesabaran. Kesabaran tidak kamu miliki sehingga efeknya panjang. Mungkin bagi kamu agak mustahil cerita itu terjadi. Tp percayalah… apapun yang kamu perbuat akan berbuah (karma). Dan biasanya karma buruk lebih cepat berbuah daripada karma baik. Jangan sampai kamu mendapatkan sesal tak berkesudahan karena ketidaksabaran kamu.

Menahan gejolak amarah juga sangat baik. Bayangkan air mendidih. Apabila dipanaskan terus, maka didihan air akan semakin meluap dan membasahi semua. Akan tetapi… akan berbeda jika kamu mematikan apinya sebentar… didihan akan mereda. Demikian juga amarah. Jika kamu lawan dengan amarah… gejolak dapat dipastikan tidak hilang bahkan bertambah parah. Tapi bila kamu bersabar… menenangkan diri… gejolak akan dapat teredam dan mungkin memberikan kebahagiaan utama buat kamu.

Tidak mudah…. Yah… memang tidak mudah. Jika mudah, semua orang sudah hidup damai. Tapi tidak mustahil. Itu yang harus dipegang. Tidak mustahil. Tidak mudah, tp dapat dicapai. Jika kita bersedia mengerjakannya dengan baik-baik.

Jadi kawan-kawan semua. Marilah kita bersama-sama melatih kesabaran kita. Untuk siapa???? Untuk kita sendiri. Yakinkan diri bahwa kesabaran itu berguna… maka kesabaran akan menjadi teman kita.

Movie - Life Support


Film yang sudah lama mengisi koleksi DVD saya. Film ini berkisah tentang Ana (diperankan dengan sangat baik oleh salah satu artis kesukaan saya, Queen Latifah) yang bekerja di sebuah yayasan social bernama Life Support. Yayasan ini adalah yayasan yang menangani konsul masalah-masalah AIDS. Dan Ana sendiri merupakan pengidap. Ana sehari-harinya bekerja keliling mengedarkan pamphlet dan membagi-bagikan kondom kepada orang-orang di sekitarnya agar lebih berhati-hati.

Ana mengidap AIDS karena kecerobohannya dulu bersama suaminya. Dulu dia adalah pengguna obat-obatan. Suatu hari sang suami berkata bahwa dia mendapatkan penyakit AIDS karena pernah menggunakan jarum suntik bersama-sama temannya yang ternyata sudah mengidap AIDS. Dari sanalah Ana mengidap AIDS yang mengharuskan dirinya mengkonsumsi 12 macam obat setiap harinya.

Ana memiliki dua orang putri. Putri pertamanya bernama Kelly diasuh oleh Ibunya Ana (pada saat berumur 25 tahun, sang ibu menuntut hak asuh anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan Ana). Kelly tidaklah terlalu akur dengan Ana. Putri kedua Ana adalah hasil dari pernikahannya dengan sang suami yang mengidap AIDS juga, namun anak ini tidaklah terkena AIDS karena saat mengandung, Ana rutin meminum obat-obatan untuk mencegah anak yang dikandungnya dari kena AIDS.

Cerita bergulir pada seorang teman dari Kelly, yaitu Amare. Amare ini pengkonsumsi obat-obatan (tidak seperti Kelly yang bebas dari narkoba). Amare adalah anak dari teman ‘pergaulan’ Ana dulu. Suatu hari Amare menghilang dari rumah dan Kelly sangat khawatir karena dia sedang sakit keras. Kelly menemui Ana untuk meminta bantuannya mencari Amare.

Kisah bersentral di sana sambil mengetengahkan hubungan Ana dengan Kelly, sang ibu dan juga sang suami.

Satu yang saya ambil dari film ini adalah bahwa terkadang kita sangat self centered sampai-sampai kita melukai orang-orang yang mencintai kita melalui tindakan maupun perkataan kita yang tak pernah kita sadari. Hal inilah yang sering terjadi dalam kehidupan Ana. Ana merupakan orang yang cenderung self centered karena penyakitnya ini. Ia sangat berharap orang-orang di sekitarnya mengerti dan mengkasihaninya karena penyakitnya itu. Walaupun dia sangat tidak ingin terlihat sakit, tapi ternyata secara sikap, tanda dia sadari, Ana telah bersikap seperti itu… meminta semua orang untuk berfokus padanya.

Saya sendiri merasa masih jauh dari sempurna dan masih seperti Ana terkadang. Entah suka atau tidak suka, semua orang harus tau keadaan saya sehingga mereka kasihan pada saya dan tidak menghukum saya. Seperti itulah. Saya tidaklah ingin menjadi orang yang self centered. Saya ingin berbagi dengan yang lain. Tuhan, tolonglah hambaMu ini untuk menjadi orang yang lebih baik. Peringatkan saya bila saya telah melanggar janji saya ini Tuhan. Peringatkan saya…

Selain masalah self centered itu, saya juga mengambil makna dari film ini yang utama adalah mengenai AIDS dan penyebarannya. Penyakit ini bukanlah penyakit yang baru. Namun penyakit yang memang sudah merajalela dari dulu. Penyebaran penyakit ini pun sepertinya tidak berhenti. Bahkan cenderung meningkat. Penggunaan jarum suntik, seks bebas tanpa pengaman justru makin marak di kalangan anak muda yang membuatnya semakin rentan terhadap infeksi penyakit ini.

Kita sebagai sesama manusia harus terus saling mengingatkan dan menguatkan. Jangan sampai kita terjerumus dalam tindakan-tindakan yang dapat membuat kita menyesal seumur hidup. Tidaklah mudah hidup dengan AIDS di dada kita.

Temans, saya bukan mengajarkan untuk seks bebas ataupun seks di luar pernikahan (sebelum pernikahan). Tapi… jika memang sampai tidak tahan… harap gunakan selalu kondom. Jangan pernah sentuh barang narkotik sedikitpun. Apalagi sampai menggunakan jarum suntik bersama-sama. Mari kita ingat untuk menjaga diri kita yang berharga dan juga menjaga sesama kita.

Di manakah kebahagiaan itu - Gede Prama

Dimanakah kebahagiaan itu
(dari profec)

Gede Prama memulai talkshow dengan bercerita tentang tokoh asal Timur Tengah, Nasruddin.
Suatu hari, Nasruddin mencari sesuatu di halaman rumahnya yang penuh dengan pasir. Ternyata dia mencari jarum. Tetangganya yang merasa kasihan, ikut membantunya mencari jarum tersebut. Tetapi selama sejam mereka mencari, jarum itu tak ketemu juga. Tetangganya bertanya, "Jarumnya jatuh dimana?"
"Jarumnya jatuh di dalam," jawab Nasruddin.
"Kalau jarum bisa jatuh di dalam, kenapa mencarinya di luar?
" tanya tetangganya. Dengan ekspresi tanpa dosa, Nasruddin menjawab,
"Karena di dalam gelap, di luar terang."


Begitulah, kata Gede Prama, perjalanan kita mencari kebahagiaan dan keindahan.
Sering kali kita mencarinya di luar dan tidak mendapat apa-apa.
Leads you nowhere," kata Gede Prama dengan logatnya yang khas.

Karena itu, Gede Prama mengajak peserta ke sebuah titik,
Sedangkan daerah tergelap dalam mencari kebahagiaan dan keindahan, sebenarnya adalah daerah-daerah di dalam diri. Justru letak 'sumur' kebahagiaan yang tak pernah kering, berada di dalam. Tak perlu juga mencarinya jauh-jauh, karena 'sumur' itu berada di dalam semua orang.
Sayangnya karena faktor peradaban, keserakahan dan faktor lainnya, banyak orang mencari sumur itu di luar. Ada orang yang mencari bentuk kebahagiaannya dalam kehalusan kulit, jabatan, baju mahal, mobil bagus atau rumah indah. Tetapi kenyataannya, setiap pencarian di luar tersebut akan berujung pada bukan apa-apa. Karena semua itu, tidak akan berlangsung lama.


Kulit, misalnya, akan keriput karena termakan usia, mobil mewah akan berganti dengan model terbaru, jabatan juga akan hilang karena pensiun.
"Setiap perjalanan mencari kebahagiaan dan keindahan di luar, akan selalu berujung pada bukan apa-apa, leads you nowhere.
Setiap kekecewaan hidup yang jauh dari keindahan dan kebahagiaan, berangkat dari mencarinya di luar," tegas Gede Prama.
Untuk mencapai tingkatan kehidupan yang penuh keindahan dan kebahagiaan, seseorang harus melalui 5(lima) buah 'pintu' yang menuju ke tempat tersebut
Pintu pertama adalah stop comparing, start flowing. "Stop membandingkan dengan yang lain. Seorang ayah atau ibu belajar untuk tidak membandingkan anak dengan yang lain.
Karena setiap pembandingan akan membuat anak-anak mencari kebahagiaan di luar," ujar Gede Prama.
Setiap penderitaan hidup manusia, setiap bentuk ketidakindahan, menurut Gede Prama, dimulai dari membandingkan.
Gede Prama mencontohkan orang kaya berkulit hitam yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa dia berkulit hitam. Orang itu sering kali membandingkan dirinya dengan orang kulit putih.


"Uangnya banyak, mampu mengongkosi hobinya untuk operasi plastik.
Sehingga orang yang hidup dari satu perbandingan ke perbandingan lain, maka hidupnya kurang lebih sama dengan seorang orang kaya
Apa yang disebut flowing ini sesungguhnya sederhana saja.
Kita akan menemukan yang terbaik dari diri kita, ketika kita mulai belajar menerimanya.
Sehingga kepercayaan diri juga dapat muncul.
Kepercayaan diri ini berkaitan dengan keyakinan-keyakinan yang kita
bangun dari dalam. "Tidak ada kehidupan yang paling indah dengan menjadi diri sendiri. Itulah keindahan yang sebenar-benarnya! " kata Gede Prama.
Pintu kedua menuju keindahan dan kebahagiaan adalah memberi.
Sebab utama kita berada di bumi ini, kata Gede Prama, adalah untuk memberi. "Kalau masih ragu dengan kegiatan memberi, artinya kita harus memberi lebih banyak," ujar Gede Prama.


"Saya melihat ada 3 tangga emas kehidupan; I intend good, I do good and I am good.
Saya berniat baik, saya melakukan hal yang baik, kemudian saya menjadi orang baik. Yang baik-baik itu bisa kita lakukan, bila kita konsentrasi pada hal memberi," lanjut Gede Prama lagi.


Memberi tidak harus selalu dalam bentuk materi. Pemberian dapat berbentuk senyum, pelukan, perhatian. Dan setiap manusia yang sudah rajin memberi, dia akan memasuki wilayah beauty and happiness.


"Saya sering bertemu dengan orang-orang kaya. Ada yang suka memberi, Ada yang pelit. Saya melihat orang yang tidak suka memberi muka orang itu keringnya minta ampun. Orang yang mukanya kering ini bertanya pada saya, apa rahasia kehidupan yang paling penting yang bisa saya bagi ke saya.
Saya bilang sleep well, eat well," ungkap Gede Prama sambil tersenyum.
Artinya memang, untuk ongkos untuk menjadi bahagia tidak mahal.
Hanya saja orang sering kali memperumit hal yang sudah rumit.

Kalau kita sederhanakan, sleep well, eat well akan jadi mudah jika diikuti dengan kegiatan memberi.
Pintu ketiga untuk menuju keindahan dan kebahagiaan adalah berawal dari semakin gelap hidup Anda,
Semakin terang cahaya Anda di dalam. Perhatikanlah bintang di malam hari tampak bercahaya, jika langitnya gelap. Sedangkan, lilin di sebuah ruangan akan bercahaya bagus, jika ruangannya gelap.
Artinya, semakin Anda berhadapan dengan masalah dan cobaan dalam hidup, semakin bercahaya Anda dari dalam.
"Jika Anda punya suami yang keras dan marah-marah, jangan lupa bersyukurlah.
Karena suami yang keras dan marah-marah, membuat sinar dari dalam diri Anda bercahaya.
Anda punya istri cerewetnya minta ampun.

Bersyukurlah, karena orang cerewet adalah guru kehidupan terbaik.
Paling tidak dari orang cerewet kita belajar tentang kesabaran.
Jika Anda punya atasan diktatornya minta ampun.

Bersyukurlah, karena Anda dapat belajar tentang kebijaksanaan, " ujar Gede Prama membesarkan hati.
Orang yang pada akhirnya menemukan keindahan dan kebahagiaan, menurut Gede Prama, biasanya telah lulus dari universitas kesulitan.
Semakin banyak kesulitan hidup yang kita hadapi, semakin diri kita bercahaya dari dalam. Mengutip perkataan Jamaluddin Rumi, semuanya dikirim sebagai pembimbing kehidupan dari sebuah tempat yang tidak terbayangkan.
"Tidak hanya orang cantik saja yang berguna, orang jelek juga berguna.

Gunanya adalah karena orang jelek, orang cantik terlihat jadi tambah cantik,"
kata Gede Prama disambut tawa peserta. "Jadi semuanya ada gunanya, untuk menghidupkan cahaya-cahaya beauty and happiness," tegasnya.
Pintu keempat adalah surga bukanlah sebuah tempat, melainkan adalah rangkaian sikap.
"Bila Anda melihat hidup penuh dengan kesusahan dan godaan, maka neraka tidak ketemu setelah mati. Neraka sudah ketemu sekarang," ujar Gede Prama.
Sedangkan Anda akan bertemu surga, jika hasil dari rangkaian sikap Anda benar.

Sikap ini dimulai dari berhenti mengkhawatirkan segala sesuatunya, dan coba yakinkan diri bahwa everything will be allright.
Setiap kali kita melalukan ritual peribadatan, tetapi setiap kali pula kita merasa takut.
Padahal ketakutan adalah sebentuk ketidakyakinan terhadap kebenaran.
"Kalau Anda melalukan ritual peribadatan tapi masih takut, mending jangan melalukan ritual peribadatan, karena toh Anda tidak yakin terhadap kebenaran," kata Gede Prama.
"Segala sesuatunya menjadi baik-baik saja jika Anda mencintai yang kecil," sambung Gede Prama.
Pintu kelima menuju keindahan dan kebahagiaan yakni tahu diri kita dan kita tahu kehidupan.

Manusia-manusia yang tidak tahu diri adalah manusia yang tidak pernah ketemu keindahan dan kebahagiaan dalam hidupnya.
"Sumur kehidupan yang tidak pernah kering berada di dalam.
Sumur ini hanya kita temukan dan kita timba airnya kalau kita bisa mengetahui diri kita sendiri," kata Gede Prama

Angsa


Apakah ada yang pernah melihat kerumunan angsa yang terbang di musim dingin? Apa yang Anda lihat?

Formasi “V” itulah yang dibentuk oleh kerumunan angsa yang sedang terbang. Apa yang dapat kita pelajari dari formasi angsa ini?

Adapun fakta-fakta yang dapat kita peroleh dari formasi ini adalah:

  1. Yang terdepan adalah yang bertugas membelah udara (bayangkan udara di musim dingin). Pekerjaan yang berat kan?

Begitu pula dengan seorang pemimpin... beliau adalah angsa terdepan dalam perusahaan. Berusaha membelah udara dingin di sekitarnya mengarahkan semua angsa di belakangnya untuk menuju yang lebih baik.

  1. Kepakan sayap di depannya memberikan daya dukung yang di belakang.

Seorang pemimpin yang baik mengarahkan dan memberikan motivasi kepada semua pengikutnya untuk berjuang bersama-sama dengannya. Daya dukungan diberikan walaupun dia berada di depan sekalipun melalui teladannya.

  1. Jarak terbang 71 % lebih jauh dibandingkan daripada terbang solo.

Lebih mudah dicapai walaupun lebih jauh daripada terbang solo... karena apa? Karena kita bersama-sama. Seperti dalam team kerja. Jika kita mengerjakan segala sesuatunya dengan dasar team... pekerjaan akan jauh lebih mudah.

  1. Jarang kita temukan adanya angsa yang terbang sendiri (keluar dari rombongan).

Keindahan kerja sama dapat dilihat pada formasi angsa ini. Team tidak meninggalkan anggota kelompoknya sendirian, karena akan terasa sekali kesulitan yang dihadapi saat kita sendiri.

  1. Ketika angsa paling depan lelah, maka dia akan terbang memutar ke belakang formasi dan angsa lain akan terbang menggantikannya.

Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Seperti halnya angsa, manusia saling bergantung satu dengan lainnya dalam hal kemampuan, kapasitas dan memiliki keunikan dalam karunia, talenta atau sumber daya lainnya.

  1. Selama terbang dalam formasi ini para angsa mengeluarkan suara-suara riuh rendah dengan tujuan memberikan semangat kepada angsa di depan.

Kita harus memastikan bahwa suara kita akan memberikan kekuatan. Dalam kelompok yang saling menguatkan, hasil yang dicapai menjadi lebih besar. Kekuatan yang mendukung (berdiri dalam satu hati atau nilai-nilai utama dan saling menguatkan) adalah kualitas suara yang kita cari. Kita harus memastikan bahwa suara kita akan menguatkan dan bukan melemahkan.

  1. Saat ada angsa yang sakit/terluka/tertembak, dua angsa lain akan menemani angsa tersebut keluar dari formasi dan membentuk formasi baru menemani sang angsa yang sakit/terluka/tertembak tersebut. Dua angsa itu menemani hingga angsa itu dapat terbang bersama lagi atau sampai angsa itu mati. Kemudian dua angsa akan terbang dengan kekuatan sendiri ataupun bergabung dengan kelompok lainnya.

Sahabat sejati adalah saat kita suka dan duka. Angsa menunjukkan pada kita arti persahabatan sebenarnya.

Kita harus banyak belajar dari angsa.... kerja sama dalam tim, arti sahabat, arti pemimpin, arti kehidupan kita. Mari kita tunjukkan kita mampu seperti angsa... dalam kehidupan kita.

Flood

Film keluaran negeri Inggris menceritakan mengenai bencana alam banjir besar di Inggris. Bagaimana mereka menghadapi bencana ini yang hanya dalam hitungan jam saja. Bencana ini benar-benar dikarenakan bencana alam murni dan bagaimana sebuah negara mendeteksi semuanya dan memberikan solusi secepat-cepatnya. Dikisahkan pula mengenai hubungan-hubungan antar manusia yang selalu dihiasi oleh emosi tak terkendali namun karena bencana dapat merubah emosi-emosi menjadi luapan-luapan cinta antar sesama.

Yang saya bayangkan adalah bagaimana bla bencana ini terjadi di Indonesia. Bagaimana reaksi pemerintah kita mengenai ini semua? Bagaimana penyelesaian yang diajukan oleh pemerintah kita ini? Apa solusinya?

Apakah mampu menyediakan evakuasi dalam waktu sesingkat itu? Hitungannya hanya jam loh. Ataukah terjadi seperti yang ada di 2012 – yang kaya dapat selamat. Yang miskin biarkan celaka....

Bagaimana dengan masing-masing orang di kita saat mengalami ini semua? Apakah akan saling menolong? Ataukah saling menjatuhkan?

Seperti sekarang ini. Untuk kasus korupsi saja sudah saling menjatuhkan dan menyiapkan berbagai skenario yang akan mampu menyelamatkan dirinya masing-masing. Egoistis masih sangat terlihat. Apakah hal ini akan terjadi???

Mengorbankan diri untuk sesama. Itu yang menjadi dasar dalam setiap cinta. Dan cinta ini diajarkan oleh semua agama. Apakah orang-orangnya melakukan apa yang telah dimaklumatkan dalam setiap kitab suci masing-masing ataukah egoisme masing-masing akan tetap mengalahkan cinta ini?

Bencana digambarkan untuk mengetahui bagaimana sikap kita sebenarnya. Bencana mengeluarkan sifat asli kita sebagai manusia pribadi dan manusia sosial. Bagaimana menyikapi bencana menunjukkan sifat asli manusia itu.

Saya hanya dapat berharap bahwa saya akan menjadi orang yang mampu bersikap sesuai agama yang saya percaya. Baik dalam bencana maupun dalam sikap sehari-hari. Saya tahu saya bukanlah orang yang sempurna. Tapi mempelajari dan memperbaiki diri saya lakukan guna mendapatkan yang lebih baik.

Shallow Hall - Old Movie worth to watch

Film ini adalah film lama. Pemainnya adalah Jack Black sebagai tokoh utama pria yang selalu mencari wanita-wanita untuk kencannya secara fisik. Keindahan seorang wanita sangat dicarinya... akhirnya dia dari satu orang ke orang lain. Sayangnya dia sendiri juga tidaklah terlalu ganteng. Akhirnya??? pria ini pun selalu sendiri karena tak ada satu wanitapun yang ingin bersamanya.

Sampai suatu hari... pria ini terjebak di dalam life dengan seorang ahli hipnotis. Nah.. orang ini melakukan sesuatu yang membuat dirinya berubah 180 derajat. Dia tidak lagi melihat kecantikan luar namun kecantikan dalam seorang wanita. Sejak itulah dia melihat sosok wanita-wanita seksi yang super HOT seperti model kelas dunia. Namun orang-orang di sekitarnya akan melihat wanita-wanita itu sebagai super jelek... dan dia bertemu dengan wanita idamannya (dimainkan dengan sangat-sangat baik sekali oleh Gweneth).

Film ini ingin mengetengahkan bagaimana kehidupan cenderung membawa orang-orang menjadi melihat apa yang terlihat saja... tidak melihat dalam hati orang itu. Kecantikan alami seseorang adalah di dalam. kebaikan hati orang. itu yang terpenting. Seburuk apapun dia... kebaikan hatinya akan selalu mengalahkan segalanya.

Apa yang akan kau lakukan bila hal ini terjadi padamu??? Apakah tidak lebih baik jika kita semua melihat hal yang sama dengan yang dilihat oleh Hall? Aneh? Yah... karena sekarang ini semua melihat fisik. Tidaklah hati. Padahal tidaklah ada yang lebih sempurna dan kekal daripada hati.

Penampilan fisik, uang dan segalanya dapat hilang dalam waktu singkat. Sebagaimana kehidupan ini diberikan padamu dalam waktu sekejap pula. Tapi sikap dan sifat lebih abadi daripada semua itu.

Cangkir Kosong vs Cangkir Penuh



Ada yang nonton 2012 - ingat adegan di atas Tibet?

Tuang air ke dalam cangkir hingga air itu luber? seperti itulah kita. menerima dan menerima dengan kondisi cangkir kita sudah cukup penuh sehingga terlalu banyak dan tidak muat lagi cangkir kita.

Yang perlu dilakukan adalah mengosongkan terlebih dahulu cangkir kita untuk menyerap hal-hal baru yang baik untuk kita. Jangan biarkan pengetahuan kita menjadi penghalang pikiran kita untuk berkembang.

Salah satunya saat kita berdiskusi dengan teman - sudah ada mindset-mindset tertentu yang ada di dalam pikiran kita. Buanglah mindset kita terlebih dahulu untuk menyerap inti dari yang sedang dibicarakan. barulah ambil mindset kita sebagai pembanding bukan sebagai benteng pertahanan. Jangan jadikan sebagai bahan perdebatan yang tidak berujung.

Lihatlah teknik belajar yang dilakukan oleh Jepang. mengamati teknologi asing untuk mendapatkan yang terbaik. Ambil yang bagus - buang yang jelek. Seperti itu juga kita harus mencermati setiap diskusi. Ambil yang bagus - buang yang jelek, gunakan mindset yang sudah ada dalam kita (entah itu agama, adat, kebiasaan, dll) sebagai penyaring yang bagus dan yang jelek.

Ini hanyalah opini saya sebagai seorang manusia biasa. Bisa salah - bisa benar.

Keyakinan

Saat harapan belum sesuai keinginan..

Disaat harapan pengorbanan malah menjadi cemoohan

Bahkan semua berpaling tanpa meninggalkan dukungan.

Telan semua caci maki dengan kerendahan hati.

Sambut fitnahan dengan kebesaran jiwa.

Perkuat hati karena disitulah letak kekuatan terbesar Manusia.

Besar - Kecil itu relatif

Salah - Benar kadang tidak obyektif

Yang terlihat baik belum tentu bagus.

Yang terlihat buruk, belum tentu jahat.

Tak perlu menuntut keadilan jika memang sudah menjadi hal yang pasif.

Terima dan pelajari agar tidak salah langkah dikemudian hari.

Pertajam nurani,

karena hanya dia yang mampu berkata jujur untuk berkata benar dan salah.

Jangan takut selama diri masih membawa KEYAKINAN..

Jangan takut selama diri masih berpijak pada jalan KEBENARAN...

Berjalanlah terus dengan bimbingan hati nurani membawa KETEGUHAN

Persiapkan diri menjadi yang terbaik hanya dengan bantuan TUHAN..!

Maju terus dengan dukungan KEYAKINAN... !!!


These are.... the blogs...