Saturday, October 09, 2010

KETIDAKSEMPURNAAN

Saya percaya bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Bagi saya kesempurnaan itu justru adalah ketidaksempurnaan yang ada di dunia ini. Tidak terbayang bila semua keadaaan sempurna dan tidak ada satu hal pun yang memiliki kekurangan. Mungkin terdengar akan menjadi indah kalau semua hidup dalam kesempurnaan hidup. Tetapi... apakah sudah dipikirkan... satu dengan yang lain tidak membutuhkan. Sendiri – sendiri karena mereka sudah sempurna adanya.

Ketidaksempurnaan adalah kesempurnaan manusia. Karena dengan ketidaksempurnaan itu, manusia harus hidup saling membantu dan saling menolong satu sama lainnya. Apakah ini salah? Bagi saya... tidak. Justru itulah keindahan yang sempurna di dunia ini. 


Ketidaksempurnaan membuat seseorang akan berusaha untuk menjadi lebih baik dengan mencari yang dianggapnya lebih sempurna. ketidaksempurnaan membuat orang untuk mencari rekan-rekan di sekelilingnya yang dipikirnya akan dapat menolongnya dalam melengkapi hidupnya.

Hidup adalah perjuangan. Termasuk juga perjuangan menghadapi ketidaksempurnaan ini. Memang ada yang mengalami ketidaksempurnaan lebih dibandingkan yang lainnya. Tapi tidak ada yang tidak dapat diatasi saya pikir sih... semua pasti ada jalan keluarnya.

Ketidaksempurnaan dapat dari ketidaksempurnaan fisik seperti cacat tubuh, kekurangan dalam penglihatan dan lain sebagainya. Selain itu ada juga ketidaksempurnaan psikologis, dalam hal ini saya kelompokkan di dalamnya adalah seperti ketidaksempurnaan pikiran.

KETIDAKSEMPURNAAN FISIK

Ketidaksempurnaan fisik adalah sesuatu yang saya sulit untuk argument. Saya tidak memiliki ketidaksempurnaan yang dalam artian parah. Tapi ketidaksempurnaan fisik saya ada di dahi saya. Luka yang saya buat sendiri bisa saja saya anggap sebagai ketidaksempurnaan toh? Tapi saya tidak ingin menganggapnya demikian. Buktinya... Harry Potter aja terkenal dengan luka di dahinya... kenapa saya tidak? Wkwkwkwkwk....

Tapi ada beberapa contoh ketidaksempurnaan fisik tidak menghalangi seseorang menjadi sempurna di mata orang lain. Contoh paling terkenal dari dulu mungkin Stevie Wonder... siapa tidak kenal dengan penyanyi asal US ini? lagu-lagunya banyak yang sukses. Bahkan sampai sekarang lagunya banyak yang suka. Padahal dia itu buta (ketidaksempurnaan penglihatan) tapi hal ini tidak menghentikannya untuk menggeluti dunia music kan? Dan buktinya? Dia berhasil. Terus ada juga cerita tentang seorang pemain piano klasik dari Korea. Namanya Hee Ah Lee. Dia terlahir dengan cacat di tangannya. Tangannya hanya 4 jari... bentuknya seperti capit kepiting. Namun hal itu tidak menghentikannya dalam menjadi pianis terkenal. Contoh lainnya yang menurut saya cukup baik untuk contoh dapat dibaca dalam buku “Aku terlahir 500 gram dan buta” serta “No One’s Perfect”.

Cacat fisik memang menjadi suatu hambatan besar dalam kehidupan seseorang. Tidak dapat dipungkiri untuk hal itu. Dan banyak sekali yang merasakan minder karena ketidaksempurnaan mereka. Tapi yang lebih parah lagi adalah bahwa ketidaksempurnaan fisik mereka diikuti juga dengan ketidaksempurnaan psikologis mereka. Dorongan demi dorongan yang dialami oleh mereke dalam hidup untuk menderita akan jauh lebih besar daripada dorongan dalam diri kita yang ‘sempurna’.

KETIDAKSEMPURNAAN PSIKOLOGIS

Ketidaksempurnaan psikologis adalah sikap mental negative dalam diri semua orang... itulah ketidaksempurnaan psikologis dan menurut saya jauh lebih berbahaya dibandingkan ketidaksempurnaan fisik tersebut. Bagaimana tidak? Ketidaksempurnaan fisik masih ada beberapa yang dapat diatasi seperti dengan menggunakan kursi roda, mengadakan cangkok mata dan lainnya (walaupun memakan biaya yang cukup besar) tapi ketidaksempurnaan psikologis lebih berat. Ketidaksempurnaan psikologis semuanya kembali kepada diri sendirinya.

Apakah seseorang memandang dirinya sebagai sosok yang tidak sempurna? itulah yang sulit dirubah. Banyak orang yang mengalaminya, entah disadari ataupun tidak disadarinya. Tapi itu sebenarnya sudah menjadi pilihannya. Dan ini akan sulit dirubah kecuali bila orang itu berkeinginan untuk lepas dari ketidaksempurnaannya itu.

Bila ketidaksempurnaan fisik dapat diatasi dari dorongan pihak luar dan bantuan pihak ketiga. Ketidaksempurnaan psikologis lebih sulit apabila dorongan dari dalamnya tidak ada. Keinginan untuk bertindak berbeda dan memandang segala sesuatu dari sisi yang berbeda akan sangat menuntut keinginan internal seseorang.

Bila saja tokoh dalam “Aku terlahir 500 gram dan buta” menyerah di tengah kehidupannya... saat ini mungkin dia tidak akan menjadi sosok yang kuat. Dan bila Oto-Chan dalam “No One’s Perfect” menyerah... mungkin dia juga tidak akan mengubah cara pandang sekolah-sekolah di Jepang. Mungkin juga bila Ah Lee menyerah jauh-jauh hari... namanya tidak akan terkenal seperti sekarang ini sebagai salah satu classical player.

Ketidaksempurnaan psikologis dapat menyerang siapa saja, termasuk non ketidaksempurnaan fisik. Contohnya bila ketidaksempurnaan psikologis ini tidak dilawan oleh Thomas Alva Edison, mungkin kita tidak akan mengenal lampu sampai detik ini. bahkan saya pun mungkin tidak akan bisa mengetik di sini... karena boleh dikata beliau mendorong banyak orang untuk bermimpi dan berpikiran baik dan terus berusaha.

Ada sebuah cerita tentang sebuah minuman soda yang terkenal sekarang ini. 7-up. Dalam proses menemukan formula minuman itu... dilakukan eksperimen berkali-kali. Dicoba dan dicoba. Percobaan demi percobaan dilakukan dan masih belum mampu mendapatkan formula yang baik. Yang enak. Mungkin kalau kita jadi orang itu sudah menyerah ya.... bayangkan... formula demi formula tidak menghasilkan yang baik...
Namun mereka tidak menyerah (menyerah = salah satu ketidaksempurnaan psikologis). Mereka terus berusaha dan pada percobaan ke-7 itulah mereka menemukan formula yang sekarang ini dapat kita nikmati dalam kemasan 7-Up. Menyerah atau tidak menyerah bukanlah dorongan dari luar. Tapi lebih kepada internal factor. Apakah seseorang dapat didorong untuk tidak menyerah oleh orang lain? Bisa.... tapi dorongan internal untuk tidak menyerah lebih efektif dan sangat-sangat penting.

INTERNALLY MOTIVATED

Ketidaksempurnaan fisik dapat diobati dengan obat-obatan mulai dari obat-obatan tradisional sampai pengobatan modern di rumah sakit terkenal (bisa jadi terkenal mahalnya ya.... :P). Setidaknya sebagian besar ketidaksempurnaan fisik sudah dapat diobati – termasuk untuk yang buta sudah ada Braille untuk membantu mereka (bahkan ditambah lagi dengan audio book dan juga alat pembaca). Nah yang sulit seperti yang saya katakan adalah obat untuk ketidaksempurnaan psikologis.

Untuk mengatasi ketidaksempurnaan psikologis yang dibutuhkan adalah motivasi untuk berubah. Dan motivasi ini paling baik bila datang dari dalam dirinya sendiri. Motivasi dapat diperoleh dari rekan kerja, atasan, orang tua, kakak, adik dan lainnya. Tapi yang paling efektif sebenarnya adalah motivasi internal. Yang berasal dari dirinya sendiri.

Internally motivated. Sulit. Karena saya sendiri mengalaminya. Saya tidak sempurna dalam hal management waktu. Dan dorongan dari luar (rekan-rekan, bos dan teman serta yang lainnya) sudah sering dilontarkan. Mereka memotivasi saya untuk melakukan perbaikan. Namun... ujung-ujungnya tidak sukses karena semuanya ya kembali kepada diri saya sendiri. Kenapa? Karena sayanya sendiri masih belum melakukan niatan untuk memperbaiki diri.

Kemudian saya teringat kembali beberapa waktu ke belakang... saya mengalami yang dituliskan dalam ‘The Secret’ yaitu semesta alam menjawab pertanyaan saya. Kegalauan saya. Satu demi satu saya urai dan akhirnya saya menemukan bahwa sebelumnya saya menerapkan manajemen waktu yang lebih baik daripada saya saat itu. Saat management waktu saya menjadi berantakan.... ketidakharmonisan dalam kerja, keluarga dan lainnya mulai berantakan satu demi satu. Saya mulai merasakan kejenuhan demi kejenuhan. Saya merasakan kemarahan. Saya mengalami ketidaksempurnaan psikologis tingkat tinggi.

Akhirnya sudah waktunya saya untuk berubah. Ketidaksempurnaan saya itu sudah membentuk saya dalam taraf yang berbahaya. Karena itulah saya memutuskan untuk berubah. Di awal-awal saya meminta bantuan salah seorang rekan seruangan saya... dia sangat membantu saya dalam mengingatkan tugas. Namun lama-kelamaan mulai saya urai satu per satu dan saya menyelesaikannya dan melaksanakan management waktu dengan lebih baik. Sampai sekarang saya masih berusaha. Namun setidaknya saya mencobanya.

Internally motivated... seperti dalam contoh nyata saya di atas... motivasi yang dikeluarkan oleh orang-orang di sekitar akanlah motivasi perkataan semata yang masuk kuping kiri keluar kuping kanan.... itulah yang akan terjadi. Karena itulah... internally motivated sangat dibutuhkan bila ingin mengatasi ketidaksempurnaan psikologis.

Biasanya dibutuhkan sebuah titik balik untuk menghasilkan internal motivation. Titik balik yang bisa baik bisa buruk. Saya hanya berharap bahwa titik balik ini tidaklah sesuatu yang disesalkan. Jangan sampai titik balik disebabkan oleh sesuatu yang kita sayangkan... yang bisa kita cegah apabila ketidaksempurnaan psikologis kita sudah kita benahi jauh sebelumnya. Semoga hal ini tidak terjadi.

Titik balik dalam kisah saya adalah rasa ketidaknyamanan dalam kerja menjadi titik balik saya bahwa saya harus berubah. Titik balik bisa berupa apa saja... bisa saja, seperti dalam film-film biasanya, titik baliknya adalah saat salah seorang rekan meninggal dunia.... bisa juga titik baliknya adalah kebahagiaan.

Saya teringat kisah salah seorang kawan... titik baliknya adalah sebuah kebahagiaan. Kebahagiaan rekan lain memang... tapi saat dia merasakan kebahagiaan dari rekannya itu... dia merasa... sudah saatnya dia berubah. Kalau rekannya bisa kenapa dia sendiri tidak bisa? Itulah titik baliknya. Ingat juga bagaimana seorang Peter Parker mengalami perubahan saat sang paman meninggal dunia.... semua hal di dunia ini bisa menjadi titik balik. Akan tetapi.... setelah titik balik itu... diperlukan sebuah rencana matang....

Rencana menghadapi diri kita yang pastinya akan mengganggu setiap saat. Ketidaksempurnaan psikologis akan sangat licik dalam usahanya menarik kita kembali dalam ketidaksempurnaan itu. Karena itulah kita harus planning baik-baik agar ketidaksempurnaan benar-benar dapat kita tinggalkan dan menjadi manusia yang jauh lebih sempurna.

Tidak ada yang sempurna di dunia ini... dan janganlah berusaha menjadi sempurna pula. Tapi berusaha menjadi lebih baik dari ketidaksempurnaan ... itu sudah cukup. Berikan yang terbaik dalam kehidupan kita karena kita sendiri yang menikmatinya....

Picture: 


0 komentar:

Post a Comment

These are.... the blogs...